Dunia serangga yang unik….

Pernahkah Anda memperhatikan dengan teliti tingkah seekor lalat yang sedang mencari makan? Apa yang Anda saksikan? Apakah Anda memperhatikan ketika sang lalat berjalan ke sana ke mari sambil mencecap-cecapkan alat mulutnya yang serupa vacuum cleaner itu? Itulah saat ketika mereka menyedot dan memasukkan pakan yang berupa benda-benda cair ke dalam tubuhnya. Kemudian, ketika Anda mencoba untuk menggerakkan tangan mendekatinya, maka serta merta sang lalat akan terbang sejenak menjauh dari Anda. Tetapi sejurus kemudian, balik ke tempat semula.

Rahasia kekuatan serangga

Serangga adalah makhluk unik. Ukuran tubuh mereka yang kecil tidak menghalangi kemampuan mereka dalam beradaptasi dan sekaligus bertahan terhadap guncangan alam. Bandingkan dengan dinosaurus yang hanya sanggup (bertahan) hidup hanya 185 juta tahun, dimulai dari Periode Trias (kira-kira 230 juta tahun lalu) sampai Periode Kapur (kira-kira 65 juta tahun lalu), maka serangga masih Anda temukan hingga detik ini! Artinya, semenjak 400-an juta tahun yang lalu (Periode Devon) hingga kini, serangga sanggup bertahan, tumbuh dan berkembang, meskipun tak dipungkiri banyak juga spesies-spesies serangga yang sudah punah. Namun, jangan lupa, hingga kini baru sekitar 1.000.000 spesies serangga yang sudah diidentifikasi, dan menurut para ahli, masih cukup banyak serangga yang belum berhasil diidentifikasi. Nah!

Supersaurus (Sumber: http://www.dinosaur-facts.com)

Serangga juga merupakan satu-satunya binatang (selain burung) yang bersayap. Dan sayap ini merupakan modal bagi serangga untuk mencari makan, mencari pasangan kawin, sekaligus menghindari kondisi yang berpotensi merugikan diri mereka. Kehebatan ini ternyata masih ditambah lagi dengan sistem kerangka yang terletak di sebelah luar (eksoskeleton), yang tak dipungkiri berhasil menjadi sistem pertahanan yang luar biasa berkat kandungan kitin.

Serangga dapat memperbanyak keturunan melalui proses pertumbuhan dan perkembangan yang disebut metamorfosis (perubahan bentuk).  Metamorfosis ini memungkinkan setiap individu serangga mampu membagi “pekerjaan” dalam satu periode tumbuh-kembangnya. Larva (bentuk pradewasa pada serangga yang mempunyai tipe metamorfosis sempurna) berfungsi sebagai pengumpul makanan dan  energi yang akan digunakan pada saat dewasa (imago)  untuk berpindah tempat, bergerak, kawin dan berketurunan. Beberapa serangga mempunyai tipe pertumbuhan dan perkembangan yang unik, misalnya partenogenesis yang umum terdapat pada kutu afid dan beberapa jenis serangga lain, atau poliembrioni yang umum terdapat pada beberapa jenis tawon parasitoid.

Nimfa capung sedang bermetamorfosis menjadi capung dewasa (Sumber: en.wikipedia.org)

Serangga jarang menghasilkan telur hanya sebutir atau dua butir. Namun, sekali melakukan peletakan telur, mereka sanggup menghasilkan puluhan telur. Artinya, jika beberapa telur rusak atau gagal menetas, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperpanjang generasinya melalui telur-telur yang lain. Banyak jenis serangga yang bahkan juga mampu meletakkan sekelompok telur lebih dari satu kali selama periode imagonya. Hebat bukan?

Serangga agaknya juga menjadi pemecah rekor sebagai organisme yang paling tahan terhadap guncangan lingkungan. Penelitian pada serangga Polypedilum vanderplankei oleh Hinton  (1960) membuktikan kehebatan larva serangga ini bertahan terhadap suhu dan kekeringan ekstrim khas gurun benua Afrika. Hinton membuktikan bahwa larva ini sanggup menoleransi suhu yang ekstrim (bahkan bagi manusia sekalipun) antara -270°C – 102°C. Waow!

Aspek ekologis serangga

Keragaman dan kemelimpahan serangga tersebut kemudian mendorong para ahli untuk menyimpulkan bahwa mereka mempunyai peran yang amat vital di lingkungan. Para ahli membuktikan bahwa serangga (herbivora) adalah converter energi kimia tumbuhan yang pertama (sebelum dimangsa oleh musuh alaminya) sekaligus sebagai musuh alami tumbuhan, penyerbuk, pemangsa organisme lain (termasuk serangga lain), perombak bahan organik (ingat, jika tidak ada rayap, maka dunia ini akan penuh oleh timbunan batang-batang dan seresah tumbuhan!), dan juga sebagai bahan pakan dan pangan. Manusiapun diketahui dapat memanfaatkan serangga sebagai bahan pangan yang lezat, murah, dan menyehatkan. Ingat juga, bahwa banyak serangga yang mampu menghasilkan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya madu, royal jelly, dan sutra.

Ulat sutra Bombyx mori sedang makan pada daun murbei (Sumber: en.wikipedia.org)

Kesimpulan

Jadi, kehadiran serangga di muka bumi ini mempunyai fungsi yang amat penting, yaitu sebagai komponen rantai makanan. Namun, bagaimanapun juga, mengingat beberapa jenis serangga adalah hama dan organisme yang berbahaya (penular penyakit misalnya), maka pengelolaan yang tepat mutlak diperlukan. Beberapa pengalaman menunjukkan bahwa pengelolaan dengan cara yang kurang bijaksana justru akan makin memperkuat mereka (ingat kasus resistensi pada serangga akibat pemaparan insektisida sintetik). Mempelajari kekuatan dan sekaligus kelemahan serangga harus dilakukan untuk mengelola populasi mereka secara bijaksana.

Salam,

Nugroho S. Putra


2 responses to “Dunia serangga yang unik….

  • daisugi

    serangga memang mahkluk yang unik, semakin saya mengenalnya, semakin saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh lagi, walau istri kadang-kadang suka marah karena saya jadi sibuk sendiri mengamati serangga-serangga yang ada di sekitar saya hehehehe

    • nsputra

      Benar mas, unik dan menarik. Makanya tak heran, orang Jepang suka sekali menggunakan karakter serangga untuk film-film yang mereka buat, misalnya Kamen Raider dkk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: