Baru terbit, kaos Metamorphosis

Metamorphosis

Arti kata metamorphosis adalah perubahan bentuk selama berlangsungnya kehidupan organisme. Beberapa jenis organisme mengalami metamorfosis, yaitu amfibi (misalnya katak), artropoda termasuk serangga (hampir semua jenis), krustasea (misalnya udang), moluska, dan ekhinodermata (misalnya bintang laut). Perubahan bentuk tersebut biasanya akan disertai dengan perubahan habitat dan perilaku. Pada serangga capung misalnya, tahap pradewasa (disebut naiad atau nimfa) hidup di air sebagai predator organisme air, sedangkan si capung (tahap dewasa) adalah peronda udara dan pemangsa serangga-serangga terbang.

Secara umum, metamorfosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu metamorfosis sederhana (telur, nimfa, dan dewasa), dan metamorfosis sempurna (telur, larva, nimfa, dan dewasa). Pada serangga, metamorfosis diatur oleh hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon protorakikotropik akan mengaktifkan kelenjar protorakik yang menghasilkan hormon ekdison yang memicu terjadinya pergantian kulit (moulting atau mlungsungi dalam bahasa Jawa). Sementara itu, hormon kemudaan (juvenile hormone) dihasilkan oleh korpora alata, dan berfungsi sebaliknya, yaitu mencegah perkembangan serangga menjadi dewasa.

Pada kupu-kupu dan ngengat (ordo Lepidoptera) seperti yang digambarkan pada kaos ini, metamorfosis berlangsung secara sempurna, yaitu dari telur, larva (ulat), pupa (kepompong) dan terakhir, kupu-kupu atau ngengat yang indah. Larva selalu didakwa sebagai pemakan tumbuhan yang rakus, dan oleh banyak orang dianggap sebagai perusak (hama). Tetapi ketika mereka berubah menjadi kupu-kupu, orang segera akan melupakan sang ulat yang bertubuh buntak menjijikkan, dan melihat keindahan kupu-kupu yang menakjubkan!

Kaos Metamorphosis akan tersedia dalam tiga warna kaos, yaitu putih, krem, dan baby pink. Silakan pilih yang Anda sukai. Ditunggu ya pesanannya…^_^ Oya, kaos ini akan tersedia setelah lebaran.

"Metamorphosis" warna kaos putih

"Metamorphosis" warna kaos krem

"Metamorphosis" warna kaos baby pink

 


Kumbang koksi, si imut yang buas tetapi indah

Buas? Ya, sebagian besar spesies kumbang koksi adalah predator pada serangga lain, dan hanya satu subfamili yang berperan sebagai pemakan tumbuhan, yaitu Epilachninae. Coba perhatikan gambar kumbang koksi di bawah ini. Tahukah Anda, mengapa salah satu nama umum dari serangga ini adalah Kumbang Kubah? Bentuknya seperti kubah? Mungkin juga ya….

Coccinella magnifica (http://en.wikipedia.org)

Kumbang koksi adalah serangga yang mempunyai sistem metamorfosis sempurna. Artinya, mereka melewati tahap hidup telur, larva, pupa, dan dewasa (imago). Kumbang koksi predator terbukti cukup rakus melahap serangga lain, biasanya kutu-kutuan, meskipun beberapa jenis juga mau memangsa kelompok serangga lain, termasuk jenisnya sendiri (kanibalistik). Di dunia pengendalian hayati, peran kumbang koksi sudah sangat dikenal. Di Indonesia sendiri, kumbang koksi adalah salah satu primadona musuh alami banyak jenis kutu-kutuan (kutu afid, kutu perisai, kutu kebul, dan lain-lain). Performa pemangsaan mereka dapat diandalkan, meskipun fenomena predasi pada jenis kumbang koksi yang lain juga sering dilaporkan terjadi di lapangan. Fenomena yang disebut IGP (Intraguild Predation) ini ditengarai mampu menurunkan kemampuan kumbang koksi untuk menekan pertumbuhan populasi mangsanya.

Nah, ternyata kumbang koksi ini juga dikenal luas karena keimutan dan keindahan warna tubuhnya (tepatnya “elitra”). Coba perhatikan gambar kumbang koksi spesies Harmonia axyridis yang berwarna-warni ini. Spesies ini mempunyai kemampuan polimorfisme, jadi tak heran mampu mempunyai sekian jenis warna yang indah!

Polimorfisme pada Harmonia axyridis (http://en.wikipedia.org)

Gambar kaos di bawah ini menjelaskan tentang keragaman warna dan variasi warna dari kumbang koksi. Perhatikan, bahwa meskipun mereka berbeda warna, namun sesungguhnya mereka masih satu spesies (merujuk pada fenomena polimorfisme pada Harmonia axyridis). Indah bukan?


Kumbang Ceranggah, kumbang indah yang nyaris punah

Kumbang Ceranggah atau dalam bahasa Inggris disebut Stag Beetle adalah salah satu serangga yang indah. Silakan mencermati beberapa gambar di bawah ini. Indah kan? Ya, kumbang ceranggah dikenali dari tanduk panjangnya, terutama pada kumbang jantan, yang sebenarnya adalah rahang yang tumbuh membesar luar biasa. Mandibula kumbang betina lebih kecil, dan digunakan untuk menggali lubang pada kayu untuk tempat meletakkan telur-telurnya. Kumbang ini juga terkenal dengan aksi “gulat” di antara sesama kumbang jantan untuk memperebutkan serangga betina. Kumbang ceranggah digolongkan ke dalam ordo Coleoptera dan famili Lucanidae.

Lucanus cervus (http://kabukuwa.blog.com)

Duel dua kumbang ceranggah jantan (http://hlasek.com)

Nah, jelas kan sekarang, mengapa kumbang ini begitu indah? Namun, rupanya keindahan kumbang ini juga menyebabkan populasi mereka turun drastis karena diburu orang untuk diperdagangkan sebagai hewan piaraan. Menurut situs London Wildlife Trust (http://www.wildlondon.org.uk), kumbang ceranggah adalah salah satu serangga yang dilindungi di seluruh negara di dunia, seperti yang telah tertulis di “The Wildlife and Countryside Act 1981” dan di Inggris, kumbang ini masuk ke dalam kelompok serangga yang dilindungi berdasarkan “The UK and London Biodiversity Action Plan”.

Peran kumbang ceranggah di alam

Di alam, kumbang ceranggah adalah salah satu serangga saproxylic (organisme yang makan pada tumbuhan atau bagian tumbuhan yang sudah mati dan membusuk). Bahkan, penelitian menunjukkan, bahwa kumbang ini membutuhkan batang kayu mati untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Jadi, kumbang ceranggah ini dapat digolongkan sebagai serangga yang berguna karena membantu manusia menghancurkan sisa-sisa bahan tumbuhan yang sudah mati.

Larva Kumbang Ceranggah di dalam batang kayu mati (http://glaucus.org.uk)

Nah, itulah sebabnya Rumah Serangga tergelitik untuk menggambarkan keindahan serangga tersebut ke dalam media kaos. Silakan simak gambar di bawah ini.

"A couple of stag beetle"

Gambar di atas menggambarkan dua individu kumbang ceranggah spesies Lucanus cervus jantan (atas) dan betina (bawah) yang digambarkan sedang merayap pada pohon. Mereka akan kawin, dan kemudian kumbang betina akan meletakkan telur-telurnya di serpihan kayu yang membusuk. Larva kemudian makan di dalam batang kayu membusuk, dilanjutkan dengan berpupa di dalam tanah selama tiga bulan, sebelum muncul menjadi kumbang ceranggah.

Keterangan tentang kaos RuSer silakan dibaca di sini dan di sini. Katalog dapat diunduh di sini.


Kaos RuSer edisi Agustus 2011 terbit!

Pembaca terhormat,

RuSer akhirnya me-launching produk perdana berupa kaos yang diharapkan dapat menggambarkan keindahan dan keunikan serangga. Produk pertama (edisi Agustus 2011) ini terdiri dari tiga karya, yaitu A couple of stag beetle, The cute ladybirds, dan Four butterflies. Masing-masing karya akan kami beri penjelasan secara serial pada posting selanjutnya.

Rupa ketiga karya perdana RuSer tersebut adalah sebagai berikut.

"A couple of stag beetle"

"Four butterflies"

"The cute ladybirds"

Kaos untuk anak-anak juga akan di-launching, Insya Allah setelah Lebaran. Doakan yah…^-^. Oya, kaos ini berbahan katun halus, jahitan standar distro, dan nyaman dipakai. Untuk muslimah, jangan kuatir. RuSer juga membuatkan kaos bergambar di atas dalam versi muslimah (panjang ditambah sehingga memenuhi kriteria syari’).

Berminat? Silakan menilik penjelasan lebih lanjut tentang ukuran, cara order, dan ketentuan-ketentuan lainnya di blog ini juga. Oya, katalog produk edisi perdana dapat diunduh di sini.


Ciri-ciri serangga itu apa sih?

Saya sangat yakin bahwa tidak setiap orang memahami ciri serangga secara benar. Mau bukti? Ketika saya mengajarkan mata kuliah Entomologi Dasar kepada mahasiswa jurusan Ilmu Hama Tumbuhan, saya masih menjumpai mahasiswa yang belum paham tentang ciri serangga. Ketika saya menanyakan kepada mereka, apakah laba-laba dan kelabang itu serangga, mereka menjawab dengan ragu-ragu, “Ya….”. Waduh! Saya mengajukan pertanyaan selanjutnya,”Apakah kupu-kupu itu serangga?” Mereka menjawab,”Ya”. Kali ini dengan nada yang lebih yakin. Pertanyaan berikutnya,”Apakah ulat itu serangga?” Apa jawaban mereka? “Bukan…”, sambil ragu-ragu. Alamak!

Kelabang raksasa, Scolopendra cingulata yang panjang tubuhnya bisa mencapai 30 cm (en.wikipedia.org)

Ada beberapa ciri-ciri morfologis yang digunakan untuk mengenali serangga, yaitu:

  1. Tubuh terbagi menjadi tiga bagian (kepala, toraks, dan abdomen)
  2. Memiliki sepasang antena
  3. Bersayap, meskipun beberapa jenis tuna sayap
  4. Mempunyai tiga pasang kaki
  5. Mempunyai mata majemuk, dan beberapa jenis juga mempunyai mata tunggal (oseli).

Nah, sekarang, mari kembali ke pertanyaan-pertanyaan di atas. Apakah kelabang (Myriapoda) itu serangga? Jawabannya tentu saja, bukan! Mengapa? Kelabang mempunyai kaki lebih dari 3 pasang, tidak mempunyai mata majemuk, dan tidak bersayap. Pertanyaan berikutnya, apakah ulat itu serangga? Jawabannya, tentu saja serangga. Benarkah? Bukankah kaki ulat lebih dari tiga dan tidak mempunyai sayap? Oke, mari kita teliti lebih lanjut. Lihat gambar di bawah ini.

Morfologi ulat (en.wikipedia.org)

Gambar di atas memperlihatkan bahwa ulat mempunyai tiga jenis kaki, yaitu kaki toraks (tiga pasang, nomor 3), kaki abdominal (karena terletak di ruas abdomen, nomor 4), dan kaki anal (sepasang, di ujung ruas abdomen). Ketika ulat ini berubah bentuk menjadi kupu-kupu (bentuk dewasa), maka yang tertinggal adalah  ketiga pasang kaki toraknya, sedangkan kaki-kaki yang lain, lenyap. Nah, artinya, ulat adalah serangga karena (1) ulat adalah stadia pradewasa dari kupu-kupu yang notabene adalah serangga, dan (2) kaki-kaki selain kaki toraks tidak akan ada lagi pada fase imago. Jelas bukan?

Nah, mudah-mudahan pemahaman kita pada ciri-ciri khas bangsa serangga menjadi lebih baik.

Salam,

Nugroho S. Putra


Dunia serangga yang unik….

Pernahkah Anda memperhatikan dengan teliti tingkah seekor lalat yang sedang mencari makan? Apa yang Anda saksikan? Apakah Anda memperhatikan ketika sang lalat berjalan ke sana ke mari sambil mencecap-cecapkan alat mulutnya yang serupa vacuum cleaner itu? Itulah saat ketika mereka menyedot dan memasukkan pakan yang berupa benda-benda cair ke dalam tubuhnya. Kemudian, ketika Anda mencoba untuk menggerakkan tangan mendekatinya, maka serta merta sang lalat akan terbang sejenak menjauh dari Anda. Tetapi sejurus kemudian, balik ke tempat semula.

Rahasia kekuatan serangga

Serangga adalah makhluk unik. Ukuran tubuh mereka yang kecil tidak menghalangi kemampuan mereka dalam beradaptasi dan sekaligus bertahan terhadap guncangan alam. Bandingkan dengan dinosaurus yang hanya sanggup (bertahan) hidup hanya 185 juta tahun, dimulai dari Periode Trias (kira-kira 230 juta tahun lalu) sampai Periode Kapur (kira-kira 65 juta tahun lalu), maka serangga masih Anda temukan hingga detik ini! Artinya, semenjak 400-an juta tahun yang lalu (Periode Devon) hingga kini, serangga sanggup bertahan, tumbuh dan berkembang, meskipun tak dipungkiri banyak juga spesies-spesies serangga yang sudah punah. Namun, jangan lupa, hingga kini baru sekitar 1.000.000 spesies serangga yang sudah diidentifikasi, dan menurut para ahli, masih cukup banyak serangga yang belum berhasil diidentifikasi. Nah!

Supersaurus (Sumber: http://www.dinosaur-facts.com)

Serangga juga merupakan satu-satunya binatang (selain burung) yang bersayap. Dan sayap ini merupakan modal bagi serangga untuk mencari makan, mencari pasangan kawin, sekaligus menghindari kondisi yang berpotensi merugikan diri mereka. Kehebatan ini ternyata masih ditambah lagi dengan sistem kerangka yang terletak di sebelah luar (eksoskeleton), yang tak dipungkiri berhasil menjadi sistem pertahanan yang luar biasa berkat kandungan kitin.

Serangga dapat memperbanyak keturunan melalui proses pertumbuhan dan perkembangan yang disebut metamorfosis (perubahan bentuk).  Metamorfosis ini memungkinkan setiap individu serangga mampu membagi “pekerjaan” dalam satu periode tumbuh-kembangnya. Larva (bentuk pradewasa pada serangga yang mempunyai tipe metamorfosis sempurna) berfungsi sebagai pengumpul makanan dan  energi yang akan digunakan pada saat dewasa (imago)  untuk berpindah tempat, bergerak, kawin dan berketurunan. Beberapa serangga mempunyai tipe pertumbuhan dan perkembangan yang unik, misalnya partenogenesis yang umum terdapat pada kutu afid dan beberapa jenis serangga lain, atau poliembrioni yang umum terdapat pada beberapa jenis tawon parasitoid.

Nimfa capung sedang bermetamorfosis menjadi capung dewasa (Sumber: en.wikipedia.org)

Serangga jarang menghasilkan telur hanya sebutir atau dua butir. Namun, sekali melakukan peletakan telur, mereka sanggup menghasilkan puluhan telur. Artinya, jika beberapa telur rusak atau gagal menetas, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperpanjang generasinya melalui telur-telur yang lain. Banyak jenis serangga yang bahkan juga mampu meletakkan sekelompok telur lebih dari satu kali selama periode imagonya. Hebat bukan?

Serangga agaknya juga menjadi pemecah rekor sebagai organisme yang paling tahan terhadap guncangan lingkungan. Penelitian pada serangga Polypedilum vanderplankei oleh Hinton  (1960) membuktikan kehebatan larva serangga ini bertahan terhadap suhu dan kekeringan ekstrim khas gurun benua Afrika. Hinton membuktikan bahwa larva ini sanggup menoleransi suhu yang ekstrim (bahkan bagi manusia sekalipun) antara -270°C – 102°C. Waow!

Aspek ekologis serangga

Keragaman dan kemelimpahan serangga tersebut kemudian mendorong para ahli untuk menyimpulkan bahwa mereka mempunyai peran yang amat vital di lingkungan. Para ahli membuktikan bahwa serangga (herbivora) adalah converter energi kimia tumbuhan yang pertama (sebelum dimangsa oleh musuh alaminya) sekaligus sebagai musuh alami tumbuhan, penyerbuk, pemangsa organisme lain (termasuk serangga lain), perombak bahan organik (ingat, jika tidak ada rayap, maka dunia ini akan penuh oleh timbunan batang-batang dan seresah tumbuhan!), dan juga sebagai bahan pakan dan pangan. Manusiapun diketahui dapat memanfaatkan serangga sebagai bahan pangan yang lezat, murah, dan menyehatkan. Ingat juga, bahwa banyak serangga yang mampu menghasilkan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya madu, royal jelly, dan sutra.

Ulat sutra Bombyx mori sedang makan pada daun murbei (Sumber: en.wikipedia.org)

Kesimpulan

Jadi, kehadiran serangga di muka bumi ini mempunyai fungsi yang amat penting, yaitu sebagai komponen rantai makanan. Namun, bagaimanapun juga, mengingat beberapa jenis serangga adalah hama dan organisme yang berbahaya (penular penyakit misalnya), maka pengelolaan yang tepat mutlak diperlukan. Beberapa pengalaman menunjukkan bahwa pengelolaan dengan cara yang kurang bijaksana justru akan makin memperkuat mereka (ingat kasus resistensi pada serangga akibat pemaparan insektisida sintetik). Mempelajari kekuatan dan sekaligus kelemahan serangga harus dilakukan untuk mengelola populasi mereka secara bijaksana.

Salam,

Nugroho S. Putra